Akseswarganet –Nastar Kue Ikonik yang Terkenal dengan Warisan Belanda
Salah satu kue lebaran tradisional adalah nastar. Kue ini merupakan peninggalan zaman penjajahan Belanda dan bukan berasal dari Indonesia. Berikut latar belakangnya!
Khusus di Indonesia, sudah menjadi kebiasaan untuk menyajikan aneka kue saat lebaran. Di antara beberapa jenis kue, nastar selalu menjadi yang terfavorit dan paling populer.
Nastar merupakan kue yang diisi dengan selai nanas. Adonan kue ini sebenarnya adalah adonan pie, bukan adonan kue mentega. Istilah Belanda “ananastaart” merupakan asal muasal nama “nastar”.
Nanas parut segar yang dicampur dengan cengkeh dan kayu manis dimasak untuk dijadikan selai nanas. Aduk hingga kental dan agak keras, lalu berubah menjadi keemasan.
Nastar kerap dianggap sebagai kue khas Indonesia karena popularitasnya selama berabad-abad di negeri ini. Berikut beberapa detail sejarah tentang hidangan penutup yang kini menjadi ikon yang dikenal dengan nama nastar.
Asal Portugis
Selain di Indonesia, nastar juga populer di Malaysia dan Singapura. Menurut “Asian Dumplings: Mastering Gyoza, SPRING Rolls, Samosas, and More,” nastar disebut pineapple tart di Singapura.
Kue ini dikenal sebagai pineapple tart di Inggris. Andrea Nguyen, sang penulis, mengklaim bahwa nastar berasal dari Portugal. Teori Janet P. Boileau juga mendukung fakta ini.
Nanas tart yang dikenal sebagai “queijadas” disebutkan dalam tesis berjudul “A Culinary History of Portuguese Eurasians.” Kue yang menyerupai pai ini dapat diisi dengan keju di Portugal. Kemudian, di Asia, isian yang terbuat dari kelapa dan nanas muncul.
Persebaran Nanas di Eropa
Amerika Tropis adalah tempat nanas pertama kali muncul. Orang-orang di Karibia dan Amerika sering menggunakan istilah “nanas” atau “ananas.”
Menurut ahli botani Inggris Sir Ghillean France dan Mark Nesbitt, nanas telah menyebar di dataran rendah tropis Amerika jauh sebelum dibawa ke Eropa.
Nanas diperkenalkan ke negara-negara tropis lainnya oleh orang Portugis. Menurut peneliti Collins, nanas juga diperkenalkan ke Madagaskar dan pesisir timur serta barat Afrika oleh bangsa Portugis.
Dampak kuliner Belanda
Bangsa Belanda mewariskan teknik pembuatan nastar kepada masyarakat Indonesia. Mengingat kata “nastar” berasal dari bahasa Belanda “ananastaart”.
Fadly Rahman, pakar sejarah kuliner dari Universitas Padjadjaran (Unpad), membenarkan hal tersebut. Menurutnya, kue seperti lidah kucing, kastengel, dan nastar sempat populer pada abad ke-19 dan ke-20.
Akulturasi budaya
Seiring berjalannya waktu, bahan dan bentuk kue lebaran, khususnya nastar, mengalami perubahan. Di Belanda, nastar biasanya disajikan sebagai kue, menyerupai kue ulang tahun berbentuk bulat.
Di Indonesia, nastar berukuran kecil, bulat, dan mengalami perubahan menjadi kue kering. “Kue yang pertama kali diperkenalkan pada masa penjajahan Belanda ini awalnya merupakan hasil akulturasi budaya untuk memperingati peristiwa penting sebelum akhirnya mengalami perubahan komposisi dan bentuk,” terang Fadly.
Nastar masih menggunakan adonan pie, namun kini hadir dalam berbagai bentuk. Kulitnya dibentuk menyerupai nanas, daging babi, atau ketupat, dan ada pula yang berbentuk seperti pie bulat dan kecil dengan isian di bagian luarnya. Kini, nastar keju yang merupakan campuran keju cheddar parut dan adonan nastar sudah umum digunakan.