Akseswarganet – Komunitas memegang peranan penting dalam sebuah masyarakat, terutama sebagai kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan di suatu daerah. Namun, banyak organisasi masyarakat yang berkembang dengan konsep-konsep yang sudah sangat konvensional. “Cimahi Muncul” hadir dengan menawarkan sesuatu yang berbeda, memberikan warna baru dalam dunia komunitas dengan pendekatan yang lebih segar dan inovatif.
Cimahi Muncul bukan sekadar organisasi yang berisikan orang-orang yang tidak tahu apa yang harus dilakukan. Sebuah komunitas yang membawa misi besar untuk memantau dan mengawal kebijakan pemerintahan.
Dengan pendekatan bottom-up, melalui sebuah platform digital berbasis gamifikasi.
Raden Raka, selaku inisiator Cimahi Muncul, menjelaskan bahwa komunitas ini dirancang untuk beroperasi dalam ruang digital, di mana setiap anggota akan diminta untuk mencari dan melaporkan permasalahan yang ada di berbagai sudut kota Cimahi.
Konsep yang digunakan hampir mirip dengan permainan Pokemon Go, yang sempat viral beberapa waktu lalu.
Peserta menggunakan ponsel mereka untuk menemukan dan melaporkan isu-isu yang dapat diperbaiki atau ditindaklanjuti oleh pemerintah.
“Tujuan kami adalah mendorong masyarakat Cimahi untuk lebih aktif di luar rumah, mencari masalah yang perlu dilaporkan ke pemerintah, dan memberikan kontribusi nyata untuk perbaikan kota.
Keunggulan utama dari sistem ini adalah adanya mekanisme level, di mana kontribusi setiap peserta akan meningkatkan peringkat mereka. Setiap misi yang berhasil diselesaikan akan memberikan reward, sehingga peserta termotivasi untuk terus berpartisipasi.
“Berbeda dengan banyak organisasi lain yang fokus pada mencari proyek pemerintah, kami justru ingin memberikan solusi langsung dan kontribusi yang nyata kepada masyarakat,” tambah Raka.
Salah satu perbedaan mencolok yang ditawarkan oleh Cimahi Muncul adalah sistem manajerial yang lebih egaliter. Tidak ada hierarki yang membatasi siapa yang bisa melakukan sesuatu dalam komunitas ini. Semua anggota memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi, tanpa perlu melalui proses formal seperti yang biasa ditemukan dalam organisasi konvensional.
Semua kegiatan bergantung pada kontribusi individu,” jelas Raka.
Raka berharap komunitas ini dapat menghimpun sekitar 30 ribu anggota dari total penduduk Cimahi, yang merupakan lima persen dari jumlah total penduduk. Dengan jumlah yang cukup besar, ia ingin memastikan bahwa partisipasi masyarakat tidak akan membebani pengelola komunitas.
Anggota Komisi 3 DPRD Cimahi, Barkah Setiawan, juga menyambut baik kehadiran Cimahi Muncul. Menurutnya, komunitas ini membawa angin segar dalam dunia organisasi dan komunitas, dengan cara baru yang lebih digital dan mudah diakses oleh masyarakat luas.
“Konsep ini benar-benar berbeda dari yang lainnya. Dengan sepenuhnya berbasis digital, siapa saja bisa berpartisipasi, bahkan saya sendiri. Informasi yang dikumpulkan juga dapat disampaikan dengan cepat kepada pemerintah dan pihak legislatif,” ujar Barkah.