akseswarganet – Komdigi tengah menyiapkan layanan internet pita lebar tetap dengan harga terjangkau
Pemerintah melalui Komdigi tengah menyiapkan frekuensi 1,4 GHz untuk menyediakan layanan internet rumah dengan kecepatan hingga 100 Mbps dengan biaya terjangkau, mulai dari Rp100.000.
Frekuensi 1,4 GHz tersebut akan segera dilelang pemerintah. Layanan internet rumah yang cepat namun dengan harga yang lebih terjangkau akan ditawarkan melalui frekuensi ini.
Menurut Komdigi, Kementerian Komunikasi dan Digital, frekuensi ini diharapkan mampu menyediakan kecepatan internet hingga 100 Mbps. Layanan telekomunikasi dengan menggunakan BWA (Broadband Wireless Access) tersebut akan beroperasi pada rentang frekuensi 1,4 GHz.
Layanan BWA ini dijelaskan dalam rangka mewujudkan jaringan tetap lokal berbasis packet switching dengan menggunakan teknologi IMT (International Mobile Telecommunications).
Menurut Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Informatika Wayan Supriyanto, lelang frekuensi 1,4 GHz tersebut diperkirakan akan dimulai pada minggu ketiga Februari 2025.
Dari sisi harga yang wajar, Wayan memperkirakan tarif internet 100 Mbps akan berada pada kisaran Rp100.000 hingga Rp150.000. Beberapa waktu lalu, ia menyatakan bahwa “dengan demikian, kualitasnya diharapkan bagus dengan biaya yang murah.”
Peluang Transformasi Digital Tercipta dari Efisiensi Anggaran
Namun, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa efisiensi anggaran yang disyaratkan dalam Inpres Nomor 1 Tahun 2025 justru menjadi peluang untuk meningkatkan transformasi digital Indonesia secara kreatif dan efektif.
Menkominfo menegaskan bahwa efektivitas program jauh lebih penting daripada besaran anggaran. Hal tersebut diutarakan Menkominfo dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR.
Tidak Berdampak pada Program Prioritas
Menteri Komunikasi dan Informatika saat itu menegaskan, proyek-proyek utama yang berdampak langsung pada masyarakat tidak akan dikorbankan demi efisiensi anggaran. Program-program yang akan tetap menjadi fokus utama antara lain:
Peningkatan pengawasan ruang digital, termasuk penghapusan konten-konten yang merugikan masyarakat, khususnya anak-anak, dan perjudian daring.
Untuk memastikan masyarakat senantiasa memiliki akses terhadap informasi yang cepat dan terpercaya, sektor pelayanan publik tengah menjalani revolusi digital.
Peningkatan literasi digital agar masyarakat semakin kompeten dan aman dalam memanfaatkan teknologi.